Faktor Penguat Ukhuwah Islamiyah

Oleh: DPP Al-Ittihadiyah

 

  1. Pendahuluan

Salah satu Misi dari Majelis Ulama Indonesia adalah mengembangkan Ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan Umat Islam dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Agama Islam dari sejak awal kelahirannya sudah menerapkan rasa Ukhuwah Islamiyah, baik di Makkah dan Madinah. Rasa Ukhuwah Islamiyah ini menjadi kekuatan maha dahsyat di kalangan Sahabat untuk menjaga stamina perjuangan, sebab telah diketahui bersama bahwa kekuatan umat Islam di masa awal masih sedikit. Dalam Sirah Nabawiyah karya Muhammad Al-Ghazali, Fiqh as-Sirah karya Said Hawwa atau Buku Peri Hidup Muhammad Rasulullah sebanyak 12 jilid karya Al Ustadz K.H. Zainal Arifin Abbas, Ketua Umum PB Al-Ittihadiyah tahun 1968 s/d 1980, akan telihat bagaimana jalinan Ukhuwah Islamiyah sangat kental sekali. Akan tetapi dalam sejarah Islam juga pernah rasa Ukhuwah Islamiyah ini meredup akibat ulah umat Islam dan para pemimpinnya. Begitu juga di Indonesia, ada masanya Ukhuwah Islamiyah itu kental sekali ada masanya redup akibat pertentangan duniawi.

 

  1. Makna Ukhuwah

Kata Ukhuwah berasal dari kata akhun, yang artinya Saudara. Dalam bentuk kata sifat, lafatznya berubah menjadi ikhwah dan ukhuwah. Kata ikhwah disebutkan dalam Al-Quran Surat Al-Hujurat/49 ayat 10 yang disertai kemaslahatan [perdamaian] kalau terjadi konflik di antara sesama.

Seorang ulama terkemuka, Abdullah Nashih Ulwan, dalam bukunya yang berjudul Al-Ukhuwah Al Islamiyah terbitan Maktabah Al-Manar Yordania tahun 1405 H/1985 M telah memberikan definisi yang pas mengenai Ukhuwah Islamiyah ini. Menurut beliau, Ukhuwah Islamiyah adalah Karunia Ilahiyah yang di tuangkan oleh Allah ﷻ ke dalam hati hamba-Nya yang Ikhlas. Ukhuwah adalah kekuatan Iman dan spiritual yang terpatri dalam jiwa yang berhiaskan Iman dan Takwa. Ia mendorong orang mukmin melaksanakan hal-hal yang positif seperti Cinta, mengutamakan persaudaraan, kasih sayang, tolong menolong dan saling bertanggung jawab. Ukhuwah adalah sifat yang tak terpisahkan dari Iman dan Taqwa. Ia menyatu dengan teman-temannya ruh suci dan terpisah dari lawan-lawannya ruh jahat.

Karena Ukhuwah Islamiyah adalah merupakan karunia Ilahiyah, maka tentunya memiliki dampak keutamaan bagi yang memiliki dan melaksanakan Ukhuwah Islamiyah tersebut. Ukhuwah Islamiyah kuncinya adalah mahabbah [kecintaan] sebagaimana sabda Rasul ﷺ, ada 3 [tiga] perkara yang barangsiapa memilikinya, ia akan dapat merasakan lezat atau manisnya Iman yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang kerena Allah ﷻ dan membenci  kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakkan kedalam api neraka [HR Bukhari-Muslim].

Tentu saja Ukhuwah Islamiyah tidak datang begitu saja, ia juga memiliki sejumlah persyaratan, antara lain:

  1. Ikhlas kerena Allah semata-mata.
  2. Harus di sertai oleh Iman dan Taqwa.
  3. Harus Iltizam dengan Manhaj Islam.
  4. Tegak berazas nasehat karena Allah.
  5. Setia pada waktu senang dan susah.

Kelima persyaratan di atas baru akan terlaksana kalau orang-orang yang terlibat di dalamnya mampu membebaskan diri dari kepentingan dan keuntungan pribadi. Faktor penguat Ukhuwah Islamiyah itu antara lain adalah:

  1. Beritahukan kecintaan kepada yang dicintai karena Allah.
  2. Harap dido’akan dari jauh apabila berpisah.
  3. Tunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa dengan saudara
  4. Berjabat tanganlah.
  5. Seringlah mengunjungi keluarga atau teman.
  6. Mengucapkan selamat saat bertemu dan berpisah.
  7. Berikan hadiah pada waktu-waktu tertentu sebagai bentuk penghormatan.
  8. Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya [bila ia ditimpa kesusahan].

 

Khusus di Indonesia ini, jalinan Ukhuwah Islamiyah sudah berjalan sejak lama. Sejarah membuktikan bagaimana Umat Islam dalam mengusir penjajahan asing dari Bumi Pertiwi ini adalah berkat ikatan Ukhuwah Islamiyah yang baik antar sesama Muslim. Tercatat dalam sejarah antara lain bentuk mempererat Ukhuwah Islamiyah:

  1. Pada tanggal 21 September 1937 hampir semua Ormas Islam di Nusantara ini membentuk sebuah federasi dengan nama MAJELIS ISLAM A’LA INDONESIA [MIAI] yang tidak ikut hanya PERTI.
  2. Pada tanggal 7-8 November 1945 di Madrasah Mu’alimin Muhammadiyah Yogyakarta berdiri sebuah PARTAI ISLAM MASYUMI yang di dukung oleh semua Ormas Islam kecuali PERTI.

 

Faktor yang paling menguatkan Ukhuwah Islamiyah di antara Umat Islam dan para Ormas Islam di Indonesia ini adalah “berbagi peran dan tugas untuk kemaslahatan bersama serta perlunya kembali menata ulang  nawaitu serta mengkaji Sirah Nabawiyah sebagai rujukan utama dalam memerankan peran masing-masing”. Inilah yang perlu disadari oleh semua komponen Umat Islam termasuk para Pimpinan diberbagai level.

Al Ittihadiyah sebagai sebuah Ormas Islam selalu mengajak segenap komponen Umat Islam untuk selalu menjaga Ukhuwah Islamiyah ini dengan baik supaya perjuangan senantiasa mendapat ridho dari Allah yang satu, agar bersatu. Jangan cari benda-benda yang bertebaran nanti umat akan bertebaran dibikinnya kata KI BAGUS HADIKUSUMO.

Semoga tulisan ringkas ini akan mengugah kita semua untuk memperkuat jalinan ikatan Ukhuwah Islamiyah menuju Ridho Allah SWT.

 

Jakarta, 18 April 2016

 

DEWAN PIMPINAN PUSAT Al -ITTIHADIYAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *