Hak dan Kewajiban Ukhuwah Islamiyah

Oleh: H. Mohammad Dimyati (Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Dakwah Islam/PTDI)

  1. Mukaddimah

Segala puji bagi Allah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang  benar untuk memenangkannya di atas segala agama, meskipun orang-orang musyrik membencinya. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada  Nabi Muhammad Saw, para sahabat, keluarga dan para pengikutnya yang istiqomah sampai akhir zaman.

 

عَنِ النَّبِيِّ ‏- صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اَلْإِسْلَامِ يَعْلُو,وَلَا يُعْلَى عَلَيْهِ.” (رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيّ)

 Nabi Saw bersabda :“ Islam itu tinggi, tidak ada yang mengunggulinya” ( HR Ad Daraqutni berderajat hasan  menurut Ibnu Hajar Al Asqolani ).

قَالَ عُمَرَ إبْن الْخَطَّاب رَضِيَ الله عَنْهُ ” لَقَدْ كُنَّا قَوْمً أَذِلَّاءِ فَأَعَزَنَا اللهُ بِالْإسْلَامِ ، فَإذَا بْتَغَيْتُمْ بِغَيْرِه

أَذِلَّكُمُ الله.

Khalifah Umar bin Khatab Ra berkata “  Dahulu kami bangsa yang rendah dan hina, lalu Allah memuliakan kami dengan Islam. Karena itu manakala kalian  mencari kemuliaan  dengan selainnya, niscaya Allah akan menghinakan kalian kembali.

 

Sebelum Nabi Muhammad Saw mendapatkan wahyu dan mendakwahkan Islam, bangsa  Arab   sangat rendah  dan hina, keyakinannya  sesat  dengan menyembah banyak berhala, akhlaknya sangat rusak karena begelimang dengan perbuatan-perbuatan yang buruk seperti minum-minuman keras/khamer, berjudi, berzina, satu kabilah dengan kabilah  lainnya   saling bermusuhan sehingga sering terjadi peperangan diantara mereka.

Ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw telah berhasil mengeluarkan mereka dari alam kegelapan ke cahaya yang terang, yang tadinya menyembah banyak berhala menjadi hanya mengabdi kepada Allah Yang Maha Esa,perbuatan-perbuatan buruk   mereka tinggalkan,

akhlaknya  mulia. Perseteruan/peperangan antar suku/kabilah dihentikan, Allah telah mempersatukan hati  mereka   dan menjadikan mereka  bersaudara  dibawah naungan agama Islam. Bangsa Arab yang tadinya  sangat rendah dan hina menjadi bangsa yang sangat mulia, sangat dihargai dan bahkan disegani bangsa- bangsa lainnya. Madinah sebagai ibu kota pertama Daulah Islam  menjadi pusat ilmu pengetahuan dan peradaban dunia selama 10 tahun  berada di bawah kepemimpinan langsung Nabi Muhammad Saw dilanjutkan 29  tahun di bawah kepemipinan  Khulafaur Rasyidin ( Abu Bakar, Umar bin Khatob, Usman bin Afan dan Ali bin Abu Thalib ). Kebangkitan Islam juga  telah  mempersatukan   dan mengangkat derajat bangsa-bangsa di luar jazirah Arab, 92 tahun di bawah kepemimpinan  Khalifah Bani Umayah dengan pusat pemerintahan di  Damaskus- Syria, 504  tahun  di bawah kepemimpinan Bani Abbasiyyah- dengan ibu kota Baghdad dan 666 tahun di bawah kesultanan   Turki Ustmani dengan pusat pemerintahan di Istambul Turki.

Islam pernah berjaya selama lebih dari 12 abad benderanya  berkibar  di seluruh pelosok dunia  dan menguasai wilayah  hampir 2/3 dunia.  Kemajuan kedigjayaan dan kemuliaan Islam dan kaum muslimin ditopang antara lain oleh solidnya ukhuwah Islamiyah

Sekarang ini Islam dan kaum muslimin  hampir di semua negara baik sebagai mayoritas apalagi monoritas     kondisi nya sangat memperihatinkan , jauh ketinggalan dari umat lainnya hampir dalam segala bidang kehidupan, politik, ekonomi, sosial maupun hukum; Islam dan umat  Islam nyaris tidak memegang peranan yang berarti  . Dan yang lebih  memprihatinkan  di sejumlah negara umat Islam terlibat konplik- perang saudara yang berkepanjangan dan terorisme  sehingga banyak rakyatnya yang mengungsi ke luar negeri terutama ke negara-negara Eropa. Terpuruknya umat Islam terutama disebabkan tidak solidnya ukhuwah Islamiyah, sehingga mudah diadu domba dan dipecah belah. Umat Islam  menghabiskan energi  dan waktunya untuk  saling membunuh dan  saling menjatuhkan seperti yang terjadi di Irak, Syria, Nigeria, Pakistan, Libya, Mesir, Yaman dan lan-lainnya, Tragis dan sangat memprihatinkan.

 

  1. Ukhuwah Versus Ashobiyah
  2. Arti Dan Peranan Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwah Islamiyah adalah ikatan  persaudaraan dan kesetiakawanan ( brotherhood  and solidarity) sesama  kaum Muslimin. Ukhuwah Islamiyah nilainya lebih tinggi dari bentuk persaudaraan/kesetiakawanan  lainnya seperti persaudaraan  sekandung, sepupu, seketurunan,semarga, sesuku  maupun  sebangsa.   Di dalam ajaran Islam kepada saudara sekandungpun bila tidak seiman dilarang mengucapkan salam dan berdoa ( kecuali mendoakan untuk  mendapat hidayah). Sebaliknya walaupun tidak ada tali persaudaraan bahkan lain bangsa, kalau mereka seiman harus mengucapkan salam,saling  mencintai  dan saling mendoakan,walaupun mungkin tidak/belum kenal.  Yang mendapat salam   hukumnya wajib untuk membalasnya dengan yang lebih baik atau paling tidak sama (Surat An-Nisa/4: 86).

Beberapa firman Allah dan hadits Rasululah Saw yang menunjukan wajibnya membina dan memelihara ukhuwah Islamiyah, diantaranya :

وَاعتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَّلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَينَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آياتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ. ( ١٠٣)

Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali ( agama ) Allah, dan janganlah bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu  ( zaman jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersaukan hatimu lalu menjadlah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada  di tepi jurang neraka lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk “ ( Ali Imran/3:103 )

Firman Allah lainnya

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ. (١٠ )

“Sesungguhnya orang-orang yang mukmin itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan ) antara kedua saudaramu dan takutlah terhadap Allah supaya kamu mendapat rahmat ( Q.S. Al-Hujurat/49 : 10 )

Firman Allah lainnya :

…وَتَعاوَنوا عَلَى البِرِّ وَالتَّقوىٰ ۖ وَلا تَعاوَنوا عَلَى الإِثمِ وَالعُدوانِ ۚ ..(٢)

 “  Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa  dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran “  ( al Maidah/5 :2 )

Sabda Rasulullah Saw:

عَنْ أَنَسِ بْن مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ”(رَوَاهُ مُسلِمٌ)

Dari Anas bin Malik Radliyallahu ‘Anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :  “Demi Allah yang diriku ada pada genggamanNya tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga mencintai saudaranya  seperti  mencintai dirinya sendiri “ ( HR Muslim)

 

Sabda Rasululah lainnya

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الْمُؤْمنُ للْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا”(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَ مُسلِمٌ)

 

Dari Abu Musa Radliyallahu ‘Anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Mukmin dengan Mukmin lainnya ibarat sebuah bangunan yang saling menguatkan satu sama lain” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dengan demikian   jelas bahwa menegakkan ukhuwah Islamiyah  sangat penting dan wajib hukumnya daripada memperdebatkan masalah furuiah. Islam mewajibkan umatnya tidak hanya  harus memelihara hubungan baik dengan Allah tetapi dengan sesama  manusia bahkan dengan  makhluk Allah lainnya/lingkungan hidup.

Membina ukhuwah Islamiyah tidak cukup hanya saling mengenal diantara  sesama muslim ( taaruf) atau saling tolong  ( taawun ), tapi harus sampai pada tingkat  pertanggung jawaban bersama/ senasib sepenanggungan ( takaful ijtimai ) Rasululah Saw  bersabda :

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam  sayang menyayanginya , santun menyantunnya, kasih mengasihinya, adalah bagaikan satu tubuh yang apabila menderita satu anggota dari tubuh itu ikut juga menderita seluruh tubuh sampai tidak dapat tidur dan demam”  ( HR al Bukhori )

             Islam  mmberikan  keseimbangan antara kepentingan individu dengan kepentingan masyarakat/umat . Islam tidak lebih mementingkan kepentingan individu sehingga kepentingan masyarakat dikorbankan demi  kepentingan  perorangan seperti  pada sitem  liberalis/kapitalis. Islam juga tidak lebih memberatkan kepentingan masyarakat sehingga kepentingan individu dikobankan seperti pada sistem komunis.

Di dalam Islam setiap kaum muslimin memiliki kompetensi dan peranan  yang satu sama lain saling menguatkan seperti tubuh manusia. Tidak perlu semua  harus di depan  dan menonjolkan diri. Sebab walaupun tidak menonjolkan diri dan tidak terlihat oleh masyarakat keberadaanya tetap dibutuhkan seperti  halnya  beberapa bagian tubuh yang sangat penting justeru yang tidak  terlihat yang sangat vital . Ada beberapa bagian tubuh manusia  yang fungsi dan peranannya sangat penting tetapi  tidak pernah kelihatan bahkan oleh dirinya sendiri, diantaranya jantung, ginjal, pembuluh darah, paru-paru, syaraf dan otak. Bagian-bagian  tubuh tersebut kalau tidak ada  atau tidak berfungsi manusia bisa menderita sakit dan bahkan bisa mati. Sebaliknay ada bagian tubuh manusia yang selalu kelihatan  menonjol seperti: rambut,  kumis, jenggot dan kuku sehingga selalu dipelihara dan diperhatikan, padahal keberadaan  bagian tubuh tersebut  tidak menentukan hidup matinya seseorang

Kalau kita  perhatikan  hari ini umat umat Islam belum merupakan  satu bangunan yang kokoh yang satu sama lain saling menguatkan  atau satu tubuh yang kalau  ada bagian tubuh lainnya sakit  seluruh tubuhnya ikut   merasa sakit dan demam. Hari ini  umat Islam baru merupakan toko  bangunan  yang menjajakan bahan-bahan bangunan yang masing-masing  menonjolkan identitasnya seperti: genteng, semen, pasir, kayu,cat kaca, paku, batu dan lain-lainnya. Masing-masing tampak jelas  menonjolan identitasnya sendiri, tapi semuanya  tidak mempunyai kekuatan apa-apa karena belum dijadikan satu bangunan yang utuh.

             Umat  Islam saat ini memiliki banyak  organisasi politik (  orpol ), organisasi masyarakat ( ormas ) Islam ulama dan tokoh agama. Mereka tampak menonjol, tapi Islam dan kaum musliminnya terpuruk terpecah  belah dalam berbagai kelompok sehingga tak berdaya. Saat ini kita belum memiliki pemimpin yang mampu dan mau mempersatukan umat. Kita saat ini  baru memiliki pemimpin-pemimpin parpol Islam, ormas Islam dan tokoh-tokoh- Islam

  1. Mewaspadai Ashobiyah

 

Ashobiah artinya  fanatik sempit  dan  bangga  terhadap keyakinannya serta merendahkan kelompok/keyakinan yang lain, mengklaim kelompok/keyakinannya  paling benar yang lain sesat/  salah. Islam  sangat menentang ashobiyah karena  menjadi  benih perpecahan umat. Rasulullah Saw bersabda :

عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” لَيْسَ مِنَّامَنْ دَعَا

إِلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ قَاتَلَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ وَلَيْسَ مِنَّا مَنْ مَاتَ عَلَى عَصَبِيَّةٍ.(رَوَاهُ أَحْمَد وَ أَبُو دَاوُد)

Dari Jubair bin Muth’im Radliyallahu ‘Anhu, ia berkata : sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “ Bukan golongan kami yang mengajak kepada ashobiyah, bukan golongan kami yang berjuang karena ashobiyah dan bukan  golongan kami yang mati karena ashobiyah “  (HR. Abu Dawud)

 

Ashobiyah dilarang dalam Islam karena merusak sendi-sendi persatuan dan memecah belah umat, karena mereka lebih mementingkan  kelompok/alirannya, fahamnya ketimbang ukhuwah  Islamiyahnya.

Ditengah-tengah umat Islam  muncul kelompok-kelompok yang mengklaim keyakinanya paling benar, yang lainsemuanya salah/sesat, sehingga mereka  tidak mau  ikut sholat bejamaah dan atau ikut taklim di masjid yang tidak sesuai dengan keyakinanya walaupun lokasinya dekat dengan tempat tinggalnya, mereka  lebih memilih masjid lain walaupun jauh dari tempat tinggalnya. Yang paling mencolok ketika ada  penceramah yang  sama dengan kelompok/fahamnya bukan hanya mereka yang  berbondong-bondong ke masjid, tapi teman-temannya yang jauhpun di SMS  sehingga masjid  penuh sesak, jalan lingkungan penuh  dengan kendaraan kendaraan mereka. Tapi kalau  penceramahnya  bukan dari kelompok/ alirannya walaupun  seorang dai kondang, seorangpun mereka tidak ada yang hadir. Inilah  penyebab munculnya  kelompok yang  fanatik  sempit karena hanya belajar dari gurunya, tidak pernah mendapat ilmu dari penceramah/dai  yang lain.

  1. Hak Dan Kewajiban Ukhuwah Islamiyah

Dalam  ukhuwah Islamiyah hak seorang Muslim menjadi kewajiban bagi Muslim lainnya. Umat Islam tidak hanya menuntut hak tetapi juga  mempunyai kewajiban” Rasulullah Saw  bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ  رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ  : إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَشَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ.” )رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Dari Abu Hurairah Radliyallahu ‘Anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam (6): (1) Jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, (2) jika dia mengundangmu maka datanglah, (3) jika dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat, (4) jika dia bersin lalu mengucapkan Alhamdulillah maka doakanlah, (5) jika dia sakit maka jenguklah, dan (6) jika ia meninggal maka antarkanlah jenazahnya.” [HR. Muslim]

Alangkah indahnya  Islam dalam memelihara persaudaraan  antara sesama Muslim. Sayang hadits yang sangat indah ini  belum sepenuhnya diamalkan oleh umat Islam. Ketika bertemu bukan mengucapkan  salam  Islam yang indah dan memiliki nilai ibadah  dan doa, tetapi mengucapkan  selamat pagi, selamat siang, selamat malam . Ucapan salam  semacam ini tidak mengandung doa apalagi ibadah. Ucapan salam Islam bersifat universal, tidak mengenal waktu dan tempat  dan setiap muslim di negara manapun tahu dan mengerti ucapan salam Islam karena  kalimatnya sama. Anehnya  justeru dari  non  muslim kadang-kadang  mengucapkan salam Islam.

Dalam memenuhi undangan, menjenguk orang sakit dan takjiah kepada keluarga yang meninggal, banyak umat Islam yang ikut-ikutan  kaum Nasrani/Yahudi  yaitu dengan mengirim karangan bunga,kadang  yang diundangnya tidak datang.  Padahal  memenuhi undangan ( pernikahan ), menjenguk orang sakit dan tajiah  orang yang meninggal  yang penting adalah kehadiran dan doanya. Pernah terjadi seorang cleaning service suatu bank meninggal karena  kecelakaan lalu lintas. Sebagai tanda turut beduka cita pihak bank mengirim karangan bunga. Isterinya bergumam: “ Gua mah tak butuh bunga, butuh  uang”.  Karangan bunga itu paling lama  tiga hari sudah layu, padahal harganya mahal. Tentu saja  lebih baik diberi uang daripada dikirm karangan bunga. Kita sangat prihatinkarena budaya kiriman kalangan bunga tidak hanya dilakukan oleh orang-orang awam agama, tapi oleh orang-orang  mengerti agama, tokoh Islam, ormas/orpol Islam dan lain sebagainya.

Saat ini umat Islam tidak hanya ikut-ikutan budaya/kebiasaan  non Muslim, tapi  juga  dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seperti dalam sistem politik menganut sistem liberal,  ekonomi sistem ekonomi  kapitalis,  aturan hukum bersumber pada hukum ciptaan manusia yang umumnya bersumber dari Barat . Rasulullah Saw bersabda ;

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ  رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ (رَوَاهُ أَحْمَد وَ أَبُو دَاوُد)

Dari Abu Umamah al-Bahiliy Radliyallahu ‘Anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Barangsiapa yang meniru-niru kebiasaan suatu kaum, maka  ia termasuk golongan  mereka “  ( HR Ahmad dan Abu Dawud )

Contoh kongkrit Penerapan Ukhuwah Islamiyah:

1.Ketika hijrah,  Rasulullah Saw langsung mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshor, antara Aus dan Khajrat ( yang sering saling serang ). Pada saat itu Rasulullah Saw menggenggamkan tangan dua orang, seorang dari Muhajirin dan seorang dari Anshor, lalu beliau bersabda kepada mereka : “ Bersaudaralah kalian karena Allah “

  1. Rasulullah memmpersaudarakan Saad bin Rabi ( Anshor) den Abdul Rahman bin Auf ( Muhajirin ). Saat itu Saad langsung menawarkan setengah hartanya kepada Abdul Rahman bin Auf, memberikan salah satu dari dua rumahnya, dan bahkan ia bersedia menceraikan salah seorang  isterinya supaya dinikahi oleh Abdul Rahman bin Auf.

Pemuliaan kaum Anshor ini diterima oleh kaum Muhajirin dengan keimanan  pula sehingga Abdul Rahman bin Auf menyambutnya dengan mengatakan : “ Biarlah harta, rumah dan isterimu bersamamu, tunjukan saja aku ke pasar dan pinjami aku sejumlah uang”. Maka diantarnya Abdul Rahman  bin Auf ke pasa dan diberinya sejumlah uang. Dengan izin Allah membuka pintu rezeki yang luas untuk Abdul Rahman bin Auf sehingga  dalam waktu yang tidak terlalu lama ia  menjadi salah seorang sahabat yang paling banyak kekayaanya.

3.Salah seorang sahabat  bernama Masruq  mempunyai utang yang banyak, tapi karena ia tahu saudaranya bernama Khaetsanah  punya utang juga lalu dibayarkannya  tanpa sepengetahuan dan pemberitahuan Khaetsanah.. Sementara Khaetsanah mengetahui saudaranya bernama  Masruq punya utang yang banyak ia membayarkannya  tanpa sepengetahuan dan  memberitahukan kepada Masruq.

Demikian indahnya persaudaraan dan kesetiakwanan  antara sesama  Muslin pada zaman Rasulullah Saw. Tidak  mengherankan kalau umat Islam pada waktu sangat kuat dan disegani, walaupun populasinya belum banyak dibanding umat lainnya. Kalau  ukhuwah Islamiyah  yang dibangun Rasulullah Saw dilaksanakan  sekarang, kita  jamin Islam dan kaum Muslimin akan kuat dihargai dan disegani . Tidak seperti sekarang Islam dan kaum Muslimin, dilecehkan, diadu domba, dijadikan ajang percobaan alat alat perang negara-negara maju.

 

  1. Penutup

Kejayaan dan kemuliaan  umat Islam zaman Rasulullah Saw dan periode-periode berikutnya dalam waktu yang cukup lama antara karena ditunjang solidnya ukhuwah Islamiyah. Walaupun populasinya  relatif  lebih kecil dari umat yang lain, namun umat Islam disegani dan bahkan ditakuti.

Ketika populasi umat Islam semakin besar bahkan terbesar dari umat-umat lainnya, mereka khawatir  Islam akan menjadi ancaman, oleh karena itu mereka berusaha  menghancurkan Islam dengan  cara  mengadu domba diantara  umat Islam. Upaya mereka mendapat sambutan dan kerjasama dengan  pemimpin-pemimin Islam yang haus kekuasaan dan haus  kekayaan. Terjadilah perebut kekuasan  yang dilakukan oleh militer terhadap pemerintahan yang sah seperti di Mesir, penyerangan secara brutal dilakukan oleh Rusia dan Amerika  Serikat terhadap  umat Islam Syria, Irak , Afganistan dan lain-lain. Tanpa  kerjasama dengan orang-orang munafik ( yang haus kekuasaan dan kekayaan ) kekejaman itu tidak akan terjadi.

Untuk mengembalikan kejayaan dan kemulian Umat Islam kita harus berusaha memperkokoh ukhuwah Islamiyah  dalam berbagai tingkatan , dan sarana yang paling efektif  adalah masjid yang tersebar  dari kota sampai ke pelosok pedesaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *